Pinus Beri Pembekalan Terakhir Kepada Kader Pertambangan

14 August 2018
Pinus Sumsel – Setelah materi pembekalan yang sebelumnya disampaikan oleh Ressy Tri Mulyani mengenai keadilan gender, pada hari selasa (14/08/2018) pinus telah melakukan pemantapan pembekalan materi kepada kader-kader yang akan diturunkan ke masyarakat wilayah pertambangan sumatera selatan pada pertengahan Agustus 2018 mendatang.
Salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas kader-kader Pertambangan, pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Program Officer Pinus Sumsel yaitu Ir. Ahmad Muhaimin, beliau menyampaikan materi-materi mengenai analisis sosial,  sebagai usaha memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang sebuah situasi sosial dengan menggali hubungan-hubungan historis dan strukturalnya. Analisis sosial tersebut berperan sebagai perangkat yang memungkinkan kader-kader  menangkap dan memahami realitas yang sedang kita hadapi. Dan  menggali realita dari berbagai dimensi, apakah itu menyangkut masalah kemiskinan, krisis dan lainnya. Tapi yang terpenting Analisis sosial pertama-tama memusatkan pada sistem-sistem. Seseorang yang menggunakan Analisi sosial memungkinkan untuk menyelidiki secara lebih jauh struktur dari lembaga-lembaga ekonomi, politik, sosial dan kebudayaan, karena dari struktur lembaga-lembaga itulah muncul masalah-masalah (sosial) dan ke sana pula berbagai kebijakan tertuju.

Ir. Ahmad Muhaimin menyampaikan “Memahami tentang analisis sosial ini sangat penting, dengan analisis Sosial  kita nantinya dapat membedakan dimensi-dimensi obyektif dan subyektif realitas sosial. Dimensi obyektif menyangkut berbagai organisasi, pola-pola perilaku, lembaga/institusi yang memuat ungkapan-ungkapan struktural secara ekternal. Sedangkan dimensi subyektif menyangkut kesadaran, nilai dan ideologi. Harapannya adalah agar kita dapat memperoleh kesadaran kritis, transformatif sehingga dapat memahami setiap permasalahan secara lebih mendalam, sistematis dan holistik. Sehingga kita tidak terjebak ke dalam bingkai kesadaran naif-magis yang melihat permasalahan secara sempit dan dogmatis yang mengakibatkan kita gagal mengatasi praktek penindasan yang terus beroperasi melalui sistem dan struktur di dalam masyarakat.” Ujarnya.

 

Tujuan dari Materi yang di sampaikan mengenai analisis sosial adalah membangun pemahaman dan kesadaran baru terhadap kader-kader yang akan diturunan di wilayah masyarakat sekitar pertambangan yang berorientasi pada agenda Perubahan Sosial.
Setelah melakukan pemahaman anaslisi sosial diharapkan ke 5 kader tersebut mempunyai pemahaman dan keterampilan baru tentang analisis sosial, mampu membedakan antara Informasi, ilusi, asumsi, data, dan fakta, serta mempunyai kesadaran baru dalam melakukan analisis sosial.

Hasil penyampaian materi tersebut memfokuskan pada dampak sosial pertambangan pada masyarakat di Dua Desa Sumatera selatan. Mengingat begitu besarnya dampak yang dihasilkan oleh aktivitas pertambangan  yang menimbulkan dampak sosial pada masyarakat sekitar.